Daurah Pra Ramadhan (Part 6) : “Zakat Fitri dan Pembagiannya”

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ

Dari Mu’awiyah Radhiy-Allahu-‘Anhu, beliau berkata, Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم  bersabda,

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama~ HR. al-Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037.

Pada Daurah Pra Ramadhan hari ke-5, Ustadz Abu Salim Waldi حفظه الله menyampaikan mengenai zakat fitri dan pembagiannya. Zakat secara bahasa berarti az-Ziyadah yaitu bertambah), dan fitri berasal dari kata ifthor yaitu berbuka (/tidak berpuasa), zakat disandarkan dengan kata fitri (/tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikerluarkannya zakat tersebut, jadi zakat fitri yang kadang juga disebut dengan zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan. Sedangkan secara istilah, zakat fitri berarti zakat yang diwajibkan berkaitan dengan waktu berbuka di hari terakhir bulan Ramadhan.

Apa hukum zakat fitri ?

Hukum zakat fitri adalah wajib bagi setiap muslim pada hari berbuka (/tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Kewajiban untuk mengeluarkan zakat fitri, sebagaimana dalil,

Dari Ibnu ‘Umar Radhiy-Allahu-‘Anhuma, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم  mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied. ~ HR. al-Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984

Penjelasan dari hadits di atas yaitu :

(i) Jika ada yang mengingkari zakat fitri, maka ia telah mengingkari Islam. Sebab, zakat fitri adalah salah satu rukun Islam yang tidak bisa dipisahkan dengan rukun Islam lainnya.

(ii) Wajib zakat fitri bagi orang muslim, diwajibkan bagi yang mampu & punya kecukupan.

(iii) Wajib zakat fitri bagi orang-orang yang menemui waktu berbuka di hari terakhir puasa.

Kapan waktu mengeluarkan zakat fitri ?

Waktu untuk mengeluarkan zakat fitri berdasarkan dalil yaitu :
[1] Sebelum keluar untuk shalat idul fitri.

Dari Ibnu ‘Umar رضى الله عنهما, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم  mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied. ~ HR. al-Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984.

[2] Satu/ dua hari sebelum hari raya.

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يُعْطِيهَا الَّذِينَ يَقْبَلُونَهَا ، وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ

Dan Ibnu ‘Umar رضى الله عنهم memberikan zakat fithri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fithri. ~ HR. al-Bukari no. 1511.

[3] Dua/ tiga hari sebelum hari raya.

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَبْعَثُ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ إِلَى الَّذِي تُجْمَعُ عِنْدَهُ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٍ

“’Abdullah bin ‘Umar memberikan zakat fitrah atas apa yang menjadi tanggungannya dua atau tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri.~HR. Malik dalam Muwatho’nya no. 629 (1/285).

Berapa ukuran zakat fitri?

Zakat fitri dikeluarkan sebanyak satu sho’, sekitar empat mudd. Jika ditimbang sekitar (ada khilaf dari para ulama, ada yang mengatakan kurang lebih 2,33 kg dan ada yang mengatakan kurang lebih 2,5 – 3 kg. Jenis zakat yang dikeluarkan berupa makanan pokok yang berlaku dinegerinya.

Siapa saja golongan penerima zakat?

Golongan yang berhak menerima zakat ada 8 golongan sebagaimana firman Allāh عَزَّ وَجَلَّ pada ayat berikut,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” ~ QS. At Taubah: 60.

8 golongan penerima zakat fitri :

[1] Orang-orang fakir, yaitu orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya.

[2] Orang-orang miskin, yaitu orang yang mampu memenuhi setengah dari kebutuhannya tapi tidak cukup untuk seluruh kebutuhannya, misalnya hanya dapat memenuhi kebutuhan setengah hari atau lebih tapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari.

[3] Amil zakat, tidak disyaratkan termasuk miskin, sebab amil zakat mendapat bagian karena pekerjaannya. Amil zakat adalah orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan zakat oleh pemerintah/penguasa.

[4] Muallaf, orang yang masih rentan untuk memasuki kekafiran/ kembali kepada kekafiran disebabkan imannya yang masih lemah.

[5] Pembebasan budak, diantaranya; (i) pembebasan budak mukatab, yaitu yang berjanji pada tuannya untuk memerdekakan diri dengan syarat meluniasi pembayaran dengan jumlah tertentu, (ii) pembebasan budak muslim, dan (iii) pembebasan tawanan muslim yang ada di tangan orang kafir.

[6] Orang-orang yang terlilit hutang, terbagi menjadi beberapa golongan yaitu; (i) orang yang terlilit hutang demi menyelesaikan sengketa dirinya, (ii) orang yang terlilit hutang karena bangkrut, dan (iii) orang yang terlilit hutang demi kemaslahatan seseorang/orang lain yang berhutang.

[7] Untuk jalan Allah (/fii sabilillah), seperti; (i) orang yang berperang di jalan Allah, dan ini tidak disyaratkan miskin, (ii) khusus untuk kegiataan demi kemaslahatan umum, seperti, membangun masjid, memperbaiki jalan.

[8] Ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal untuk melanjutkan perjalanannya.

Ta’lif (تأليف; Penyusun): Vetty Ramadhianty

~ Ikhtisar Daurah Pra Ramadhan oleh : Ustadz Abu Salim Waldi حفظه الله.
Minggu, 25 Sya’ban 1438 H (21 Mei 2017 M) di Masjid al-Muhtadin Pontianak.

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Beri kesempatan kepada orang lain untuk memperoleh informasi. FREE SHARE, dengan tetap mencantumkan sumber informasi sebagai amanah ilmiyah
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” ~ HR. Muslim no. 1893.

171 total views, 2 views today